HALIM-2014-REV-3-Rev-21-Jan-2014

Yang Pei, Gadis Tanpa Lengan yang Bisa Menyulam dengan Kakinya

Sebenarnya Yang Pei terlahir selayaknya anak-anak lain. Lahir dengan normal. Namun saat usianya sembilan tahun, ia tak sengaja menarik kabel listrik yang terbuka dan ia pun tersetrum. Akibatnya, kedua tangan Yang Pei yang berasal dari provinsi Shaanxi Selatan, harus diamputasi.

Ia kemudian depresi dan keluar dari sekolah. Yang Pei menjalani hari-harinya dengan perasaan depresi dan kesulitan.

1beksar

Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan dirinya pun mulai bangkit. Bahkan saat ini, gadis cantik itu menjadi idola dan menginspirasi banyak orang, setelah muncul di sebuah televisi China dalam program yang membantu pemirsa untuk mewujudkan impian mereka.

Kini, ia selalu tampil tersenyum. Apalagi jika muncul di atas panggung. Ia tak canggung untuk menunjukkan senyum termanisnya.

20130504094129714

Semuanya bermula beberapa bulan lalu, saat Yang Pei meninggalkan kota asalnya dan tinggal di Shanghai. Ia berusaha untuk belajar mandiri. Keinginannya untuk mandiri sangat kuat, meski sejumlah keluarganya sudah bersedia untuk merawat gadis yang saat ini berusia 24 tahun tersebut.

Ia belajar mencuci pakaiannya sendiri, membersihkan rumah, hanya dengan kakinya. Ia percaya, meski tanpa kedua lengannya, namun ia dapat menjalani hidup seperti kebanyakan orang normal.

Ia bermimpi untuk memiliki toko jahit sendiri dan keinginannya tersebut segera terwujud.

Dalam program itu, Yang Pei menunjukkan keahliannya menjahit dengan pila detail yang rumit. Hasilnya, sunggung mencengangkan. Semua sepakat, jika karyanya sangat indah, meski hanya dilakukan dengan jari kakinya dan dibantu mulut.

53692aa7-a337-44f0-8c7e-c18e01d6e5c2

Satu desain karyanya, dibutuhkan waktu pembuatan selama dua bulan atau lebih. Kemampuannya tersebut, membuat banyak orang terharu.

Dalam program tersebut, Yang Pei juga menceritakan, jika saat dirinya depresi berkepanjangan, sempat terpikir untuk bunuh diri. Ia merasa tak sanggup lagi menjadi beban keluarganya yang bekerja keras untuk mendapatkan uang, demi perawatannya.

4besarh

Sejak kehilangan dua lengannya, kedua orangtua Yang Pei tidak serta merta meninggalkannya. Justru, diakui Pei, mereka menjadi lebih sayang dan mengawasi. Ayahnya hampir tidak tidur siang malam untuk menjaga Pei, sementara sang bunda, pergi bekerja mencari tambahan.

“Setelah kehilangan lengan, saya kemudian berhenti sekolah meski sebenarnya aku tetap ingin sekolah. Aku ingin berteman tapi aku merasa berbeda dari anak-anak lainnya, sehingga banyak yang tidak ingin berteman denganku,” ujar Pei.

“Sejak saat itu, aku merasa seperti tidak berguna lagi. Hal tersebut menjadikan aku berpikir untuk mengakhiri hidup ini,” kenangnya lagi.

d959619a-705a-420c-9a3c-b661216d337b

“Saat itu aku berpikir, kalau mati tidak akan menjadi beban orangtua dan keluarga,” ujarnya lagi.

Mengetahui niatnya untuk bunuh diri, ibunda Pei marah dan merasa terpukul. Sejak saat itulah Pei berusaha untuk mandiri.

Bagi Pei, tidak ada kata terlambat. Ia mulai kembali belajar membaca dan banyak menonton televisi untuk menambah pengetahuannya. Ia juga mulai melatih dirinya menggunakan kaki untuk menjalani kehidupan.

Mimpi Yang Pei, Gadis Penyandang Cacat_2013-09-05 18-24-22_yangpei1

Mendengar kisah Yang Pei, sejumlah donatur merasa tergugah untuk mewujudkan cita-cita Pei memiliki toko jahit di Shanghai.

Seorang donatur bahkan mengatakan, jika dirinya banyak belajar dari kisah yang diutarakan Pei.

“Saya mengucapkan terima kasih, karena dia (Pei) saya jadi belajar tentang makna kehidupan,” ujarnya.

Sejumlah simpatisan menawarkan diri untuk menjual hasil desain Pei kepada orang-orang ternama melalui toko online

8,644 total views, 4 views today

Komentar Anda

komentar

About Bintang Mars

Berdiri semenjak tahun 2003. Tetap bertahan sampai saat ini berkat kepercayaan para customer setia kami. Berusaha memberikan yang terbaik,melayani dengan hati. Karena kami yakin bahwa kepuasan anda adalah masa depan kami.

banner bawah bm
Top