HALIM-2014-REV-3-Rev-21-Jan-2014

Profil Sriwijaya Air

Sriwijaya Air (SJ/SJY) adalah maskapai penerbangan Indonesia yang melayani segmen full-service. Artinya, Sriwijaya memiliki standar pelayanan dengan fasilitas lebih. Sriwijaya membagi kelas penerbangan ke dua kelas, yaitu Eksekutif dan Ekonomi. Di kelas eksekutif, Sriwijaya Air menawarkan kenyamanan lebih bagi para penumpangnya. Ini meliputi fasilitas seperti bagasi 20kg, priority baggage, airport lounge, private car, welcome drink, seat pitch 31 inch, serta inflight snack. Di kelas ekonomi, Sriwijaya Air menawarkan fasilitas bagasi 20kg dan inflight snack. Sriwijaya Air juga memiliki inflight shop yang cukup lengkap dan menawarkan berbagai merchandise dari Sriwijaya Air dan brand ternama lainnya.

Sriwijaya Air didirikan pada tahun 2003 oleh Chandra Lie, seorang pengusaha asal Pangkalpinang, Bangka Belitung bermodalkan sebuah pesawat Boeing 737- 200 PK-CJA. Sriwijaya Air melakukan penerbangan perdana pada 10 November 2003 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang, dan berkembang sangat pesat hingga saat ini telah mengembangkan sayapnya dari Banda Aceh hingga Jayapura. Sriwijaya Air yang awalnya beroperasi hanya dengan satu pesawat berkembang hingga mengoperasikan lebih dari 30 pesawat ke seluruh Indonesia.

Di tahun 2012, Sriwijaya Air melakukan peremajaan brand diiringi dengan tambahan armada baru dan standar pelayanan full service. Armada baru Boeing 737NG dan 737-500W didatangkan langsung untuk melayani rute-rute baru, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Hal ini meningkatkan rata-rata umur armada Sriwijaya Air menjadi lebih canggih dan muda. Sebagai airline full service, Sriwijaya Air juga memberikan pelayanan tambahan dibandingkan airline medium atau LCC. Selain itu juga Sriwijaya Air tetap menawarkan tiket Sriwijaya Promo untuk rute-rute yang dilayaninya.

Sriwijaya-Air

Sejarah Sriwijaya Air

Maskapai berlogo Ru-yi (bahasa Cina yang berarti good wishes) ini didirikan oleh empat sekawan asal Pangkal Pinang, Bangka: Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin dan Andy Halim pada bulan April 2003. Asal nama Sriwijaya diambil dari Kerajaan Sriwijaya, dengan harapan maskapai ini akan menjadi besar dan terkenal seperti Kerajaan Sriwijaya.

Pada awalnya Sriwijaya Air hanya bermodalkan sebuah Boeing 737-200 PK-CJA yang dibeli dari maskapai tua yang bangkrut, Bouraq. Sriwijaya melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 10 November 2003, dengan melayani rute Jakarta-Pangkal Pinang, lalu rute Jakarta-Palembang, Jakarta-Jambi dan Jakarta-Pontianak. Penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dilayani melalui terminal 1C. Seperti kebanyakan maskapai yang berdiri di awal masa deregulasi penerbangan Indonesia, Sriwijaya Air melayani pasar di segmen Medium Service Carrier, dan memberikan pelayanan standar, seperti bagasi terdaftar 20kg serta makanan di atas pesawat.

Sriwijaya Air diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia yang dilihat dari pertumbuhan penumpang yang baik dari tahun ke tahun. Di saat banyak maskapai medium service berjatuhan dan bangkrut, Sriwijaya Air justru melakukan ekspansi ke berbagai kota di Indonesia, terutama di Indonesia Timur. Rute-rute seperti Tanjung Pandan, Luwuk, Tarakan, yang selama ini dilayani oleh maskapai regional dengan pesawat baling-baling kini dilayani oleh Sriwijaya Air dengan pesawat jet mereka.

Ekspansi Sriwijaya Air juga diiringi dengan regenerasi armada yang lebih modern. Boeing 737-200Adv yang merupakan tulang punggung dari operasional Sriwijaya Air mulai digantikan dengan Boeing 737 seri 300 dan 400. Bangkrutnya Adam Air di awal 2008 memberikan kesempatan untuk Sriwijaya Air untuk menambah kembali armada Boeing 737-400 mereka. Pembukaan rute-rute baru ke berbagai kota seperti Manokwari, Malang, serta Penang, Malaysia dilakukan, dan Sriwijaya Air mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Berangkat dari segmen Medium-Service, Sriwijaya memulai transisi mereka untuk melayani segmen Full Service. Hal ini dilakukan untuk memberikan persaingan yang sehat di segmen full service carrier di Indonesia, yang pada saat itu hanya dilayani oleh Garuda Indonesia. Brand rejuvenation serta regenerasi armada kembali dilakukan untuk memberikan kesan mewah bagi setiap penumpang Sriwijaya Air. Armada Boeing 737-800 (NG) didatangkan untuk secara perlahan menggantikan dan menkomplementasi Boeing 737-400. Boeing 737-500WL didatangkan dari maskapai asal Amerika Serikat, United Airlines untuk menggantikan Boeing 737-200 yang sudah memasuki usia 30 tahun. Umur rata-rata armada Sriwijaya Air menjadi lebih baik; saat ini memiliki rata-rata usia 19.4 tahun.

Dalam kurun waktu 6 tahun sejak berdiri, Sriwijaya Air sudah mengoperasikan 23 armada pesawat, melayani rute ke 33 tujuan domestik dan 2 rute regional. Di kuartal pertama 2013, Sriwijaya mengoperasikan 35 armada pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800, Boeing 737-500, Boeing 737-400, Boeing 737-300.

Seragam Pramugari Sriwijaya Air

gambar pramugari Sriwijaya AirSeragam pramugari Sriwijaya Air yang terbaru merupakan seragam versi ke lima, serta yang kedua untuk pramugara, yang didesain khusus oleh perancang busana ternama Oscar Lawalata. Seragam bagian atas pramugari berwarna merah dominan yang dikombinasikan dengan motif kotak-kotak untuk bagian bawah. Pramugara tidak lagi mengenakan setelan jas berwarna biru tua namun beralih ke warna yang lebih cerah.

7,097 total views, 2 views today

Komentar Anda

komentar

About Bintang Mars

Berdiri semenjak tahun 2003. Tetap bertahan sampai saat ini berkat kepercayaan para customer setia kami. Berusaha memberikan yang terbaik,melayani dengan hati. Karena kami yakin bahwa kepuasan anda adalah masa depan kami.

banner bawah bm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top