HALIM-2014-REV-3-Rev-21-Jan-2014

Mulai Maret 2015, Tiket Pesawat Sudah Termasuk Airport Tax

274029air-port-tax1.jpg

Setelah Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, menghapus counter tiket di bandara, kini PT Angkasa Pura, selaku pengelola bandara akan menghapuskan counter airport tax. Selanjutnya, Airport Tax akan digabungkan dengan dengan tiket pesawat.

“Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada pengguna transportasi udara,” jelas General Manager Angkasa Pura II, Zulfahmi, di Jakarta, Kamis (08/01/2015).

Penggabungan airport tax dengan tiket pesawat tersebut akan diterapkan bertahap dan akan memulainya dari tanggal 1 Januari 2015 di Palembang, Sumatera Selatan, dan akan memperkenalkan pajak bandara dalam harga tiket pesawat untuk keseluruhan bandara efektif pada 1 Maret 2015.

“Kebijakan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan layanan yang ditawarkan kepada penumpang, dimana penumpang tak lagi harus mengantri untuk membayar pajak bandara, “ujarnya.

Namun, kebijakan Angkasa Pura tersebut sudah dilakukan maskapai penerbangan Singapura, Singapore Airlines. Terhitung sejak tanggal 09 Februari 2015, seluruh pembelian tiket Singapore Airlines dengan jadwal penerbangan mulai tanggal 1 Maret 2015 akan digabung dengan airport tax. Hal itu diberlakukan kepada para penumpang yang terbang dari Indonesia.

Untuk seluruh pembelian tiket pesawat sebelum dari tanggal 09 Februari 2015 atau yang akan melakukan perjalanan sebelum tanggal 1 Maret 2015, PSC tersebut akan tetap diberlakukan di seluruh bandara di Indonesia seperti prosedur yang berlaku saat ini.

“Pelaksanaan peraturan tersebut dilakukan sesuai dengan keputusan pemerintah untuk menggabungkan airport tax di dalam harga tiket pesawat setiap penumpang. Terhitung sejak tanggal 09 Februari 2015, sistem kami secara otomatis akan menggabungkan airport tax tersebut ke dalam setiap penerbangan yang berangkat Indonesia. Sistem ini dirancang untuk mempermudah transaksi yang dilakukan oleh para pelanggan kami,” jelas General Manager Singapore Airlines Indonesia, Mr. Vinod Kannan.

Kebijakan yang sama juga dilakukan maskapai penerbangan milik pemerintah Indonesia, Garuda Indonesia Airlines. Penggabungkan itu akan dilakukan per 1 Maret 2015.

“Pengabungan akan dilakukan per 1 Maret dan nanti ada komponen kodenya di tiket,” kata Sales dan Marketing Manager Garuda Indonesia area Jayapura, Agung Anugrah, di Jayapura.

Namun, dijelaskan Agung, harga airport tax itu berbeda antara penerbangan domestik maupun internasional.

Agung menjelaskan, pada masing-masing bandara nantinya ada perbedaan tarif airport tax karena tergantung dari jenis bandaranya serta kebijakan pihak bandara.

Dari data tarif yang ada, kata dia, di bandara Sentani airport taxnya sebesar Rp30 ribu, Biak Rp20 ribu, Makassar Rp50 ribu, Soekarno Hatta Rp40 ribu, sedangkan Denpasar, Surabaya dan Balikpapan Rp75 ribu.

Menurut dia, dengan adanya penggabugan tersebut dapat mempermudah penumpang sehingga tidak melakukan dua kali pembelian dan lebih efisien tidak perlu mengantre untuk pembelian airport tax.

“Sebelum ini, kalau ke bandara penumpang harus mengantre untuk check in dan ngantre lagi untuk membeli airport tax, sehingga merepotkan. Namun sekarang penumpang tidak lagi demikian tetapi setelah check in langsung naik pesawat,” ujarnya.

1,294 total views, 4 views today

Komentar Anda

komentar

About Bintang Mars

Berdiri semenjak tahun 2003. Tetap bertahan sampai saat ini berkat kepercayaan para customer setia kami. Berusaha memberikan yang terbaik,melayani dengan hati. Karena kami yakin bahwa kepuasan anda adalah masa depan kami.

banner bawah bm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top