HALIM-2014-REV-3-Rev-21-Jan-2014

Mantan Pilot Prancis Ini Menjadi Tukang Gali Sumur di NTT

Nama aslinya Andre Graff, tetapi masyarakat Sumba memanggilnya “Andre Sumur”. Warga di tempat tinggalnya, Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, menyapa dia Amaenudu, orang yang baik hati. Ini karena perjuangannya mengadakan sumur gali bagi warga Sumba dan Sabu Raijua.

Padahal, latar belakang Graff adalah pilot balon udara. Selama puluhan tahun ia juga memimpin perusahaan balon udara di Perancis untuk pariwisata. Dia suka menerbangkan balon udara melewati Pegunungan Alpen.

Andre-Graff-1

Dulu Andre adalah seorang pilot balon udara, suatu saat dia terserang penyakit mematikan yang hampir merenggut nyawanya. Tidak disangka, dia berhasil mengalahkan penyakit tersebut dan sembuh total. Sejak saat itu Andre menginginkan hidupnya dapat berguna bagi orang banyak.

“Menjadi pilot balon udara tidak mudah, kita harus mengikuti arah angin. Terkadang kita sudah sampai di tempat tujuan, tetapi tiba-tiba dibawa angin kembali ke tempat lain. Di sini diperlukan pengetahuan aerologi, meteorologi, dan klimatologi,” kata Graff di Desa Patijala Bawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, baru-baru ini.

Tahun 1990 dan 2004, Graff mengunjungi Bali sebagai turis. Dari Bali dia menyewa perahu layar dan bersama tujuh wisatawan asing dari sejumlah negara menjelajahi beberapa pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Sabu Raijua, Sumba, Solor, Lembata, Alor, dan Kepulauan Riung.

jati-kering2

Hampir setengah dari rumah tangga di Nusa Tenggara Timur bersandar pada mata air sebagai sumber utama air bersih – angka tertinggi di Indonesia. Untuk mendapatkannya, mereka harus berjalan lebih dari satu kilometer jauhnya ke sungai dan sumber mata air. Pada musim kemarau, aliran air berhenti di beberapa tempat.

Juni 2005, dia singgah di Sabu Raijua dan menetap di kampung adat Ledetadu. Warga di kampung itu kesulitan air bersih. Setiap hari mereka harus berjalan 2 kilometer untuk mengambil air sumur di dataran rendah.

555fd17e0423bd6f458b4567

Menetap di Sumba dalam pola dan cara hidup seperti orang setempat makin membuat Andre Graff seperti orang sana. “Yang membedakan adalah saya punya kamera foto dan video, punya laptop untuk mengakses internet kalau sinyal lagi bagus.

“Saya prihatin,.Saya lalu bertemu Pastor Frans Lakner, Sj yang sudah 40 tahun mengabdi di Sabu. Dia mengajari saya bagaimana mencari air tanah, menggali sumur, dan membuat gorong-gorong dari beton agar air tak terkontaminasi lumpur. Gorong-gorong itu bertahan sampai bertahun-tahun kemudian,” katanya.

Graff pun membuat satu unit sumur bagi 127 keluarga di Ledetadu. Merasa puas atas hasilnya, dia lalu menggali sumur dan memasang gorong-gorong beton lain bagi warga seekitar Ledetadu. Pada 2005-2007, dia berhasil membuat 25 sumur gali bagi 1.250 keluarga yang tersebar di tiga desa. Graff juga mengajarkan warga setempat untuk mencari air, menggali, dan membuat gorong-gorong yang berkualitas. Pengetahuan itu terus dia tularkan kepada desa-desa di sekitar Ledetadu dan Namata.

andre-graff-sumba3

Warga mengambil air dari hasil jerih payah Andre Graff

Berkat air sumur, warga bisa menanam sayur, jagung, buah, dan umbi-umbian di sekitar rumah. Mereka bisa menjual hasil kebunnya ke pasar untuk membeli beras dan kebutuhan lain.

Akhir 2007, ia memutuskan pindah ke Lamboya, Sumba Barat, setelah warga Sabu Raijua bisa membuat sumur sendiri. Ia tinggal dengan Rato (Kepala Suku) Kampung Waru Wora, Desa Patijala Bawa, Lamboya. Di sini ia membentuk kelompok pemuda beranggotakan sembilan orang untuk membuat gorong-gorong yang disebut GGWW (Gorong-gorong Waru Wora).

Permukiman warga di Sumba dan Sabu umumnya berada di dataran tinggi dengan jarak tempuh ke lembah yang ada sumber airnya 1 km hingga 3 km. “Setiap pagi, kaum perempuan menghabiskan 2-3 jam untuk mengambil air 20 liter. Air untuk memasak, mencuci alat dapur, dan memberi minum ternak. Anak-anak ke sekolah tak mandi. Warga kampung pun buang hajat di sembarang tempat. Ini membuat sanitasi jadi buruk,” katanya.

SumbaW_1

Graff mencari solusi tanpa mengotori lingkungan dengan mesin diesel berbahan bakar minyak. Energi matahari diupayakannya untuk menaikkan air dari lembah ke perkampungan.

Selain pembuatan sumur, Andre juga berkeinginan membuat filtrasi air, agar masyarakat bisa langsung menikmati air sumur tanpa memasaknya lebih dulu. Selain hemat waktu, adanya filtrasi juga mengurangi kerusakan dan pencemaran lingkungan karena masyarakat tidak terlalu banyak masak menggunakan kayu bakar. Andre berharap pemerintah memiliki kepedulian terhadap langkah langkah yang telah dilakukan terhadap masyarakat, agar selanjutnya bisa saling berkolaborasi ketika melakukan program kegiatan.

902 total views, 2 views today

Komentar Anda

komentar

About Bintang Mars

Berdiri semenjak tahun 2003. Tetap bertahan sampai saat ini berkat kepercayaan para customer setia kami. Berusaha memberikan yang terbaik,melayani dengan hati. Karena kami yakin bahwa kepuasan anda adalah masa depan kami.

banner bawah bm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top